Ada satu hakim paling adil dalam kehidupan ini yang tidak pernah tidur, tidak bisa dibohongi, dan tidak dapat dibeli oleh siapa pun. Hakim itu bernama waktu.
Waktu tidak banyak bicara, tetapi ia selalu memberi jawaban. Cepat atau lambat, setiap amal perbuatan manusia akan kembali menemukan pemiliknya. Kebaikan yang pernah ditanam, meski tersembunyi dari pandangan manusia, suatu hari akan tumbuh menjadi ketenangan, keberkahan, dan pertolongan yang datang tanpa diduga. Begitu pula keburukan yang ditutupi dengan senyuman palsu, pencitraan, tipu daya, atau niat yang tidak baik, lambat laun akan terbuka oleh perjalanan waktu.
Banyak orang hari ini merasa aman saat menyakiti orang lain. Ada yang merendahkan sesama demi jabatan, memanfaatkan ketulusan demi keuntungan pribadi, bahkan mengkhianati kepercayaan demi kepentingan dunia yang sementara. Mereka mengira semua telah selesai hanya karena belum menerima balasan hari ini. Padahal waktu sedang mencatat, bukan melupakan.
Waktu memiliki cara sendiri untuk memperlihatkan siapa yang tulus dan siapa yang hanya berpura-pura baik.
Kadang jawaban itu datang dalam bentuk hilangnya ketenangan hidup. Ada yang terlihat tertawa di luar, tetapi batinnya gelisah setiap malam. Ada yang memiliki harta berlimpah, tetapi keluarganya dipenuhi pertengkaran. Ada yang berhasil naik tinggi, namun kehilangan orang-orang yang benar-benar mencintainya dengan tulus. Sebab tidak semua hukuman datang dalam bentuk kemiskinan. Ada hukuman yang hadir dalam bentuk hati yang kosong dan jiwa yang tidak pernah merasa cukup.
Sebaliknya, orang-orang yang pernah diperlakukan tidak adil sering kali diuji dengan kesabaran yang panjang. Mereka mungkin pernah diremehkan, ditinggalkan, bahkan dianggap tidak berarti. Namun ketika mereka tetap menjaga hati, tidak membalas keburukan dengan kebencian, dan tetap berjalan dengan keikhlasan, waktu perlahan mengangkat derajat mereka dengan cara yang tidak disangka-sangka.
Karena sejatinya, hidup ini bukan tentang siapa yang paling cepat terlihat hebat, tetapi siapa yang mampu menjaga amal dan niatnya tetap bersih ketika tidak ada seorang pun yang melihat.
Hari ini mungkin manusia masih bisa memutar kata-kata. Kepalsuan bisa dihias menjadi seolah-olah kebenaran. Orang licik bisa terlihat bijaksana. Orang tulus bahkan terkadang dianggap lemah. Namun waktu akan membuka semuanya sedikit demi sedikit. Topeng tidak akan mampu melekat selamanya di wajah manusia.
Maka berhati-hatilah dalam bersikap kepada sesama. Jangan merasa kuat saat menyakiti orang lain hanya karena sedang berada di atas. Jangan merasa aman saat mengambil hak yang bukan milik kita. Jangan pula membangun hidup dari air mata dan penderitaan orang lain. Sebab apa yang kita lakukan hari ini, bisa menjadi sebab datangnya kesulitan dalam hidup kita di masa depan.
Kehidupan ini seperti gema di pegunungan. Apa yang kita lemparkan, itulah yang akan kembali kepada diri kita sendiri.
Jika hari ini hidup terasa berat, mungkin ada hal-hal di masa lalu yang perlu direnungi dan diperbaiki. Dan jika hari ini hidup mulai dipenuhi ketenangan, bisa jadi itu adalah buah dari kesabaran serta amal baik yang dulu pernah dilakukan dengan ikhlas.
Karena pada akhirnya, waktu tidak pernah salah menjawab.
Ia hanya menunggu saat yang tepat untuk memperlihatkan kebenaran kepada setiap manusia.
Komentar
Posting Komentar