Ada satu kekuatan dalam hidup yang tidak pernah terburu-buru, tetapi tidak pernah lupa. Ia berjalan perlahan, diam tanpa suara, namun mampu membuka semua rahasia manusia. Kekuatan itu bernama waktu.
Waktu adalah saksi dari setiap niat yang tersembunyi di dalam hati. Ia mengetahui siapa yang berbuat baik dengan tulus, dan siapa yang hanya memakai kebaikan sebagai topeng untuk mendapatkan pujian, jabatan, atau keuntungan duniawi. Di hadapan waktu, tidak ada kepalsuan yang mampu bertahan selamanya.
Hari ini mungkin seseorang masih terlihat tersenyum setelah menyakiti orang lain. Masih merasa bangga karena berhasil menjatuhkan sesama demi ambisi pribadi. Masih merasa aman karena kebohongan dan kepura-puraannya belum terbongkar. Namun waktu tidak pernah tidur. Ia hanya menunggu saat yang tepat untuk memperlihatkan semuanya kepada dunia.
Sebab hidup ini bukan sekadar tentang apa yang terlihat hari ini. Kehidupan adalah perjalanan panjang dari sebab dan akibat. Apa yang kita tanam, itulah yang perlahan akan tumbuh dan kembali menghampiri kehidupan kita sendiri.
Ada orang yang dulu menertawakan penderitaan sesamanya, lalu bertahun-tahun kemudian hidupnya dipenuhi kegelisahan yang tidak mampu dibeli dengan harta. Ada yang pernah memanfaatkan ketulusan orang lain demi kepentingannya sendiri, lalu akhirnya kehilangan orang-orang yang benar-benar mencintainya. Ada pula yang merasa dirinya paling benar, tetapi perlahan dijauhkan dari ketenangan batin dan rasa syukur.
Karena sesungguhnya, balasan hidup tidak selalu datang dalam bentuk kehilangan materi. Kadang balasan terbesar adalah hati yang gelisah, hidup yang terasa kosong, dan jiwa yang tidak pernah merasa damai.
Sebaliknya, orang-orang yang tetap berbuat baik meski sering disakiti, tetap jujur meski diremehkan, dan tetap menjaga hati meski diperlakukan tidak adil, suatu hari akan dipertemukan dengan jawaban indah dari waktu. Mungkin tidak cepat, mungkin tidak mudah, tetapi selalu tepat.
Waktu memiliki caranya sendiri untuk mengangkat orang-orang yang sabar tanpa harus banyak berbicara.
Maka jangan iri kepada mereka yang terlihat menang dengan cara-cara yang kotor. Jangan pula putus asa ketika kebaikanmu belum dihargai manusia. Sebab kehidupan bukan hanya tentang siapa yang paling cepat berada di atas, melainkan siapa yang mampu bertahan dalam kebenaran ketika tidak ada yang melihat.
Topeng manusia bisa menipu mata sesama, tetapi tidak akan pernah mampu menipu waktu.
Hari ini mungkin seseorang dipuji banyak orang, namun esok waktu bisa membuka siapa dirinya sebenarnya. Hari ini mungkin ada orang yang dihina dan diremehkan, namun esok waktu pula yang mengangkat derajatnya di hadapan manusia.
Karena waktu adalah cermin kehidupan. Ia akan memantulkan kembali semua amal, niat, luka, dan perbuatan kepada pemiliknya masing-masing.
Maka sebelum waktu memberi jawaban atas hidup kita, perbaikilah niat, lembutkan hati, dan jagalah cara memperlakukan sesama. Jangan membangun kebahagiaan di atas penderitaan orang lain. Jangan mencari keuntungan dari air mata manusia lain. Sebab segala yang kita lakukan hari ini sedang berjalan menuju masa depan kita sendiri.
Dan ketika waktunya tiba, hidup akan menjawab semuanya tanpa perlu banyak penjelasan.
Komentar
Posting Komentar