Di zaman sekarang, banyak manusia terlihat kuat di luar, tetapi diam-diam rapuh di dalam.
Bukan karena mereka tidak memiliki apa-apa, melainkan karena hatinya terlalu menggantungkan harapan kepada sesuatu yang sifatnya duniawi.
Ada yang berharap penuh kepada jabatan.
Ada yang menggantungkan kebahagiaan pada uang.
Ada yang merasa hidupnya berharga hanya ketika dipuji manusia.
Bahkan ada yang rela kehilangan ketenangan jiwa demi mempertahankan pengakuan dan perhatian dunia.
Padahal dunia tidak pernah benar-benar menetap untuk siapa pun.
Hari ini seseorang dipeluk kemewahan, besok bisa jatuh dalam kesulitan.
Hari ini seseorang dikelilingi banyak teman, besok bisa merasa sendiri.
Hari ini dipuji setinggi langit, esok mungkin dihina tanpa belas kasih.
Itulah dunia.
Ia berubah, berputar, dan tidak pernah menjanjikan ketenangan yang abadi.
Masalah terbesar bukan ketika seseorang miskin harta, tetapi ketika miskin ketenangan batin. Karena hati yang terlalu berharap kepada dunia akan mudah kecewa, mudah marah, mudah iri, dan sulit bersyukur. Sedikit tidak sesuai keinginan, hati menjadi gelisah. Sedikit kehilangan, hidup terasa seakan runtuh.
Banyak orang bekerja siang malam bukan hanya mencari rezeki, tetapi sebenarnya sedang mengejar pengakuan. Mereka lelah membandingkan hidupnya dengan kehidupan orang lain. Mereka sibuk mengejar “terlihat bahagia”, sampai lupa bagaimana cara benar-benar merasa bahagia.
Padahal ketenangan bukan berasal dari banyaknya apa yang dimiliki, melainkan dari kemampuan hati menerima apa yang telah ditakdirkan.
Orang yang menggantungkan seluruh harapannya kepada manusia akan sering kecewa, karena manusia bisa berubah.
Orang yang menggantungkan harga dirinya kepada pujian akan mudah hancur oleh hinaan.
Dan orang yang menjadikan dunia sebagai tujuan utama, sering kali kehilangan arah ketika dunia tidak berjalan sesuai keinginannya.
Karena itu, manusia perlu belajar menata hati.
Bekerjalah, tetapi jangan diperbudak ambisi.
Miliki cita-cita, tetapi jangan sampai melupakan rasa syukur.
Carilah rezeki, tetapi jangan kehilangan kemanusiaan dan ketenangan jiwa.
Ada kebahagiaan yang tidak bisa dibeli oleh uang, yaitu hati yang ikhlas.
Ada kekayaan yang tidak terlihat oleh mata, yaitu rasa cukup.
Dan ada ketenangan yang tidak diberikan dunia, kecuali kepada hati yang dekat dengan Tuhan dan tidak berlebihan mencintai dunia.
Hidup ini sementara.
Apa yang hari ini dibanggakan, suatu saat akan ditinggalkan.
Jabatan akan berakhir.
Pujian akan berhenti.
Harta tidak selamanya tinggal.
Namun hati yang penuh syukur akan tetap hidup dalam kedamaian, meski dunia tidak selalu berpihak kepadanya.
Maka jangan gantungkan seluruh harapanmu kepada dunia yang fana.
Sebab dunia hanyalah tempat singgah, bukan tempat bersandar sepenuhnya.
Jagalah batinmu.
Karena ketenangan jiwa jauh lebih berharga dibanding kemewahan yang hanya memuaskan mata manusia.
Komentar
Posting Komentar