Pohon Padi dan Pohon Ilalang


Di sebuah desa kecil, hiduplah dua sahabat lama : Arman dan Fikri. Mereka tumbuh bersama sejak kecil, sekolah bersama, bahkan pernah bermimpi sukses bersama.

Waktu berlalu. Arman berhasil menjadi pengusaha sukses di kota. Mobilnya mewah, rumahnya besar, dan usahanya berkembang pesat. Setiap kali pulang ke desa, Arman sering berkata kepada teman-temannya:

“Lihatlah aku sekarang. Kalian masih di sini, sementara aku sudah jauh melangkah. Seandainya kalian bekerja sekeras aku, mungkin kalian juga bisa seperti aku.”

Ucapan itu membuat banyak temannya merasa kecil. Namun Fikri hanya tersenyum setiap kali mendengarnya.

Suatu hari, Arman dan Fikri berjalan melewati sawah yang sedang menguning.

 Padi-padi tampak merunduk karena bulirnya sudah penuh.

Fikri bertanya pelan,
“Man, kamu tahu kenapa padi yang berisi justru menunduk?”
Arman menjawab, “Karena berat oleh isi bulirnya.”

Fikri tersenyum dan menunjuk ilalang yang tumbuh di pinggir sawah. Ilalang itu berdiri tegak tinggi.

“Lihat ilalang itu. Ia berdiri paling tegak, tetapi kosong. Tidak ada yang bisa dipanen darinya. Sedangkan padi yang penuh justru merunduk.”

Arman terdiam.
Fikri melanjutkan,
“Kesuksesan itu seperti padi yang berisi.

 Semakin banyak isinya, semakin ia menunduk. Tapi jika seseorang semakin tinggi berdiri sambil membandingkan dirinya dengan orang lain, mungkin ia sedang lupa bahwa keberhasilan bukan untuk menyombongkan diri, tetapi untuk memberi manfaat.”

Kata-kata itu menampar hati Arman. Ia mulai menyadari bahwa selama ini ia lebih sibuk membandingkan dirinya dengan teman-temannya, daripada membantu mereka bangkit.

Sejak hari itu, setiap kali pulang ke desa, Arman tidak lagi berkata, “Aku lebih sukses dari kalian.”

Ia berkata,
“Kalau ada yang bisa saya bantu, mari kita maju bersama.”

Dan anehnya, sejak Arman belajar merendah, orang-orang justru semakin menghormatinya.

Pesan Moral :
Kesuksesan sejati bukanlah ketika kita lebih tinggi dari orang lain, tetapi ketika kita mampu tetap rendah hati dan mengangkat orang lain ikut naik bersama kita.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama